RSS

Baby Walker Tradisional

Saat anakku memasuki usia 8 bulan, banyak sekali tuntutan dari keluarga besar yang mengharuskan Keivan memakai baby walker. Tapi, aku dan suami sepakat untuk tidak memberikan baby walker pada Keivan. Dengan pertimbangan, bahwa dengan belajar sendiri, nantinya dia mempunyai daya juang lebih, dari berdiri, jalan, jatuh akan dia ulang berkali-kali sampai akhirnya bisa berjalan sendiri.
Nah, zaman belum ada baby walker, dan sekarang di kampung pun masih ada, orang2 biasanya menggunakan bambu yang ditancapkan di tanah, disertai pegangan yang dipasang horizontal, yang nantinya akan dipegang si anak sebagai alat bantu untuk melangkah. Cara ini memang jauh lebih bagus dibandingkan dengan baby walker yang hanya menopang tubuh si anak saja. Dengan baby walker tradisional, kaki si anak akan lebih kuat dalam menopang tubuhnya.
Alhamdulillah, tanpa baby walker pun, akhirnya Keivanku saat berusia 10 bulan udah bisa berjalan. Tugasku selanjutnya, siapkan fisik buat ngejar2 dia!

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

1 komentar:

Elsa mengatakan...

wuuuuuuuuah keren 10 bulan sudah bisa jalan!!

Dija aja baru belajar jalan nih Mbak...

aku juga tau tuh bambu jaman dulu itu, untuk belajar jalan. sayangnya gak bisa bikin kayak gitu di rumah, gak ada lahan soalnya