RSS

Family Time

Akhir pekan ini Ayah ga pulang, begitupun saat Idul Adha nanti. Sedih sih....tapi memang ini tugas dan peran yang harus dijalani, jadi jalan terbaik adalah sabar. Jarak Bandung-Jakarta ga seberapa, sejak dibukanya tol Cipularang, perjalanan sebenarnya bisa ditempuh 2 jam jika tidak terjadi kemacetan. Tapi sekarang macetnya Jakarta dan macetnya Cipularang semakin jahat dan ga kenal ampun. Ayah biasa pergi dari Jakarta jumat sore jam 05.30, tapi nyampe Bandung bisa jam 01.00. Kemacetan membuat waktu berkumpul menjadi semakin pendek.
Pengennya Ibu dan Keivan di Jakarta aja, tapi situasi dan kondisinya belum memungkinkan, ditambah lagi tahun depan kita berdua akan ditinggal Ayah bertugas selama 1 tahun ke Sudan. Duh...ngebayanginnya aja udah sedih dan super kangen gini. Semoga Allah memberikan Ayah, Ibu dan Keivan kesabaran, berharap waktu cepat berlalu dan kita bisa segera berkumpul dalam satu rumah. Amin.

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Saatnya Ber-MPASI

Keivan sudah mulai MPASI. Enzim pencernaan pada bayi siap pada saat bayi berumur 6 bulan, jadi sudah 1,5 bulan ini Keivan makan. Walaupun pada awalnya saya mendapat tekanan untuk memberi Keivan makan saat usianya 4 bulan, tapi saya tetap keukeuh untuk memulai MPASI saat Keivan berusia 6 bulan.
Minggu pertama makan memang agak susah, makanannya di sembur2, malah kadang2 ngeliat sendok aja dia udah nangis2. Alhamdulillah, memasuki minggu kedua, dia mulai bisa beradaptasi, apalagi setelah dikenalkan dengan pisang, wah jadi gampang banget nyuapinnya. Nah, tekanan datang lagi, banyak yang bilang supaya Keivan dikasih makanan bayi instant aja dengan alasan ga ribet. Tapi...ga banget!. Saya usahakan untuk tetap memberikan dia homemade baby food, walaupun ribet, tapi kan jauuuuuuuh lebih sehat, dibandingkan dengan makanan bayi instant yang banyak pengawetnya itu.
Senengnya liat Keivan doyan makan, sejauh ini yang udah dia makan tepung beras merah yang kubuat sendiri, brokoli, ubi, kentang, wortel, alpukat, pisang, pepaya, apel, pir, labu kuning, dan gandum. Ikan, daging dan ayam baru akan kuberikan saat usianya 8 bulan. Semoga sayur dan buah yang kau makan, menjadi gizi yang baik dan antibodi yang kuat untuk ya nak!

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Saos Tiram & MSG

Sudah 3 tahun belakangan ini saos tiram menjadi pilihan saya. dalam memasak. Dengan saos tiram, oseng2 sayur, ikan, kerang & daging lebih simple, tinggal ditambahkan bawang butih, bawang bombay, gula dan garam, maka masakan akan terasa gurih dan lezat. Maksud saya memilih saos tiram adalah untuk menghindari pemakaian MSG yang sekarang ada dalam bentuk lain seperti Royc*, Masak* dll. Tapi....ternyata saos tiram lokal seperti AB* ataupun Saor* yang mudah sekali didapat ternyata mengandung MSG juga. Karena ada pembahasan tentang MSG di milis yang saya ikuti, akhirnya saya tahu kalau saos tiram pun mengandung MSG. Ada juga beberapa merk yang tanpa MSG, tapi... ga ada logo halalnya.
MSG memang tidak bisa dihindari, yang bisa dilakukan adalah dikurangi, seperti tiap saya beli mie bakso, saya pesan ke penjualnya supaya tidak memakai MSG. Mudah2an aja bisa melindungi tubuh dari MSG yang berlebihan.
Hasil browsing, ternyata saos tiram bisa digantikan dengan ebi (udang kering) yang dihaluskan lalu dicampurkan dengan sedikit air, agak sedikit ribet sih. Mungkin teman2 ada yang lebih tahu, bahan apalagi yang bisa menggantikan saos tiram...?

Picture from google

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS