RSS

Dewa Ruci Dalam Anna And The King

Sebagaimana telah kuceritakan dalam postingan sebelumnya, klo pas di Armada AL Surabaya, aku n suami sempet naik ke dalam kapal Dewa Ruci yang saat itu tidak sedang pesiar. Kebetulan pada saat itu ada awak kapal, yang bernama Pak Johan, beliau bercerita banyak tentang KRI Dewa Ruci, yang telah pesiar ke berbagai tempat di dunia, bahkan sampai saat ini pun masih suka di pakai untuk pesiar.Selain sering pesiar, ternyata KRI Dewa Ruci pernah di gunakan untuk syuting film Anna And The King yang dibintangi oleh Jodie Foster dan Chow Yun Fat, di release pada tahun 1999. Walaupun dalam film ini Dewa Ruci hanya muncul beberapa menit saja di adegan awal saat Anna Leonowens dan putranya sampai di negeri Siam, namun persiapannya memakan waktu yang lama. Lantai kapal yang asalnya berwarna coklat di cat menjadi warna hitam. Kata Pak Johan, pengambilan gambar dilakukan di Penang, Malaysia karena entah kenapa saat itu Thailand tidak mengizinkan syuting tersebut dilakukan di negeri yang dulunya bernama Siam tersebut.Hmmmm ternyata Dewa Ruci tugasnya sudah begitu banyak, selain sering pesiar untuk tugas diplomasi para perwira AL, ternyata Dewa Ruci bisa terpilih jadi kapalnya Anna Leonowens, seorang guru dari Inggris yang mengajar bahasa untuk anak-anak Raja Siam.

Gambar:

http://www.lazydork.com

http://www.tomerfamily.org

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Mengunjungi Kembali Surabaya

Liburan di Surabaya, membuatku lama ga posting. Banyak banget tempat yang ingin sekali kukunjungi di sana. Surabaya lebih panas, di bandingkan dengan kunjungan pertamaku ke sana pada bulan Desember 2008. Walaupun di ruangan udah pasang AC, tetep aja terasa panas.

Di Surabaya aku bersama suami sempat mengunjungi Pantai Kenjeran pada malam hari, tempat wisata yg sepi. Trus sempet juga jalan2 di Masjid Agung Surabaya yang super luas dan minggu pagi itu masjid agung rame banget, banyak warga Surabaya yang berolahraga di halaman masjid yang luas. Jalan raya di Surabaya lebih lebar di bandingkan Bandung, taksi lebih banyak di bandingkan angkot, berbanding terbalik dengan Bandung yang angkotnya super banyak makanya macetnya makin parah aja. Secara umum sih kondisi kota hampir sama dengan Bandung, tapi Surabaya puanas banget.

Sebelum pulang, aku berkunjung ke Armada AL. Senengnya bisa masuk situ, soalnya ga semua orang bisa masuk ke armada tersebut. Walaupun saat itu di Surabaya sedang panas, tapi di armada terasa lebih sejuk, angin lautnya bisa sedikit mengusir rasa panas. Disana juga aku bisa liat kapal Dewa Ruci, Gong yang besar banget, juga patung Jalesviva Jayamahe. Sayang aku hanya 4 hari berada di Surabaya, waktu yang terlalu sempit untuk mengenal suatu kota.

Soal kuliner, aku n suami belum menemukan tempat makan yang murah nih di sana. Di Kenjeran, kami makan lontong balap, dan uang yang harus kita bayar Rp. 36.000. Sedangkan di depan Masjid Agung kita makan pagi dengan soto buntut di sebuah warung kecil, dan harga yang harus kami bayar adalah Rp. 50.000, terlalu mahal bwt makan pagi. Atau ini mungkin di karenakan aku terlihat seperti bukan orang Surabaya, dengan logat sunda yang jelas, makanya di kasih harga mahal. Jadinya uang kita boros banget bwt makan, jadi harus pinter2 nih cari tempat kuliner hemat jika nanti kembali kesana. Ada yang tau di mana tempat makan hemat di Surabaya….?

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS