RSS

Sate Kelinci Angora

Kelinci angora di jadiin sate?. Di Bandung, di sepanjang jalan menuju Lembang sampai dengan Cikole banyak rumah makan kecil yang menyediakan sate kelinci sebagai menu andalannya. Jadi sepanjang jalan pulang dari Subang, saat melewati daerah tersebut aku pengen banget nyobain makan sate kelinci.

Aku dan suami pun berhenti di daerah Cikole, dimana disitu banyak berjajar gubuk2 kecil yang menjual sate kelinci, kami pun berhenti di salah satu gubuk tersebut. Dan kami langsung memesan dua porsi, yang terdiri dari 2 piring nasi dan 20 buah sate kelinci juga ditambah 1 gelas nutrisari untuk suamiku dan 1 gelas teh hangat untukku.

Selesai makan ternyata harga yang harus kami bayar sebesar 52.250 rupiah…mahal banget!, untuk menu sesedikit itu dan untuk ukuran Bandung. Makan di Rumah Makan Ampera aja yang ada di pusat kota, kita hanya habis Rp. 38.000 dengan menu yg lebih banyak, dan makan di Warung Steak and Shake dengan membayar Rp. 28.000, kita udah makan kenyang banget.

Mungkin udah jadi kebiasaan orang2 di negeri ini, klo berjualan di dekat daerah wisata, ga tanggung-tanggung dalam menentukan harga. Atau untuk menyembelih kelinci butuh nyali yang tinggi di karenakan binatang ini terlalu lucu untuk disembelih?. Jadinya aku menduga, sepertinya sate yang kita makan itu adalah sate kelinci angora kalee ya.., jadi harganya mahal banget… :D. Buat temen2, klo ada yang mau mampir di daerah Lembang dan Cikole buat makan sate kelinci, lebih baik tanya dulu harganya sebelum memesan, mungkin aja klo ditanya harga terlebih dahulu, para pedagang itu ga akan ngasih harga yang terlalu mahal.

Jadi ga penasaran lagi deh diriku sama sate kelinci, lagian menurutku sate ayam rasanya lebih enak…

Gambar :

http://www.moondancecolor.com

http://www.lifeinthefastlane.ca/fattest-easter-rabbits-ever/offbeat-news/attachment/blue-angora-rabbit-7


  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

31 komentar:

Erik mengatakan...

Memang biasanya sate kelinci lebih mahal dari sate kambing.

Tapi saya kok gak bisa maknnya, gak tega soalnya pernah memelihara kelinci.

Atca mengatakan...

waduhhh ngga tega makannya mba..kacian bangettt ... lucu lagiii

liza fathiariani mengatakan...

wah, di bandung banyak kelinci ya mbak? di aceh susah banget nyari kelinci untuk dipelihara apalagi kalau dijadikan satee

BloGendeng mengatakan...

Apa yg jual minta disate sekalian ya? hehe paling enak ya tetep aja sate ayam nyamm nyammmmm

niez-nya adit mengatakan...

jah, kirain beneran kelinci anggora yang disate...
tapi biar gimana pun, saya tetep gamau klo suruh makan sate kelinci...ga tega...uhuhuuu...

budiawanhutasoit mengatakan...

lumayan mahal..
mending sate padang di medan witha..hehe

bunda mengatakan...

huhuhu ga tega lihat binatang yg soooo cute disembelih dijadikan sate.
mendingan makan yang lain saja lah .. di dekat situ kan ada rumah sosis ya witha ..krn anak2 juga lebih suka ke situ sih

mas icang mengatakan...

katanya daging kelinci tuh alot kan?

gimana ya kalau hanya dibakar? apa berubah jadi empuk ya?

sayang bener kelinci anggora di sate. bagusan dipelihara kayaknya

Brigadista mengatakan...

walaah,..besok kalo jalan jalan ke sono wajib ati ati,..... untung bukan kucing angora... lebih mahal kalee... he he he...!!!

prima mengatakan...

nyamii...
di Yogya juga ada sate kelinci yang uenak tenan..sehat, bergizi tur murah..7500 aja plus nasi & minum.
silakan mampir ke warung pak Nuh..weleh2 kok malah promosi warung org ;) salam kenal buat semua..

Madu Nektar mengatakan...

enak tuh, .. kelinci jenis australia, .. ugh jadi pengen, ...

JelajahiDuniaEly mengatakan...

aku blom pernah makan sate kelinci nih ... nggak tega :)

memang nggak ada daftar harga menunya ya ? menurut pengalamanku sih orang2 yg jualan di tempat2 wisata mikir yg beli itu bukan pembeli tetap jadi nggak mungkin balik utk ke dua kalinya jadi dimahalin ... walau hrsnya nggak begitu krn pembeli adalah raja

Rudy mengatakan...

Dulu aku dan kakak-kakakku pernah memelihara kelinci jenis biasa oleh-oleh dari kakakku yang pertama dari Malang.
Awalnya cuma 2 ekor aja betina dan jantan, merawatnya nggak begitu ruwet kok karena makannya cuma rumput biasa aja dan terkadang diselingi dengan sayur sawi plus wortel agar vitaminnya tercukupi selain itu "mereka" juga dibiarkan bebas lepas dihalaman belakang rumah yang berpagar tembok.
Selama 2 tahun jumlahnya meningkat pesat karena sekali beranak jumlahnya bisa mencapai 13 ekor, itu rekor yang pernah dicapai selama aku memelihara kelinci.
Karena jumlahnya banyak dan terus bertambah akhirnya sebagian dari "mereka" yang masih "remaja" dijual karena udah kelabakan mengurusnya.
Akhirnya kakakku penasaran pengen merasakan daging "mereka", dan akhirnya 2 ekor diantaranya terpaksa harus disembelih saat itu aku sempat nangis-nangis agar mereka" nggak disembelih tapi kakakku malah ketawa terkekeh-kekeh (maklumlah waktu itu aku masih kelas 4 SD) hehe...
Gara-gara kasihan melihat "mereka" yang sudah aku pelihara mulai dari kecil akhirnya sampai sekarang aku nggak pernah merasakan gimana enaknya daging "mereka", karena setelah 2 tahun itu "mereka" menghilang ditelan bumi alias dicuri ama orang (dasar maling tukang nyuri,awas kamu yah...!!!)
Hehehe...

Rudy mengatakan...

Waduh jadi kepanjangan nih komentarnya mbak???
Soalnya asyik mengenang masa kecil nih,hehe...

www.katobengke.com mengatakan...

kok kamu kagak balas......

Senoaji mengatakan...

wahhh rimbun gitu kelincinya... disate??? ate kelinci?[lebai] apa enak sate kelinci??

lindung mengatakan...

dah lama di bandung n sering ke lembang tapi belum pernah nyobain sate kelinci.... cuma sering lihat aja.. untuk nyoba gak tegaaaaaaa...........

dhie mengatakan...

uuuhhhmmm.... gak tega... gak tega....
padahal sering lho hilir mudik di daerah lembang.

Witha mengatakan...

Ternyata banyak yg ga tega ya makan sate kelinci, wajah lucunya memang membuat jatuh hati banyak orang

@mas icang
dagingnya memang alot mas walaupun udah dibakar

@prima
murah banget ya harga makanan di yogya...

@Jelajahiduniaely
Ada daftar menunya mbak, tapi ga ada harganya

@Rudy
Wah ceritamu bener2 mengharu biru, aku juga pernah mempunyai pengalaman haru disertai kesedihan gara2 pelihara kelinci, secra kelinci kabur trus yang satunya lagi mati :(

@www.kotabengke.com
Udah aku visit balik loh...

namaku wendy mengatakan...

emangnya enak yah sate kelinci, gak lazim jadi gak berani nyoba, lagian kbayang duluan ma kelincinya hehehe

Rudy mengatakan...

Kalau suatu saat mbak Witha pengen memelihara kelinci lagi ya usahakan aja lubang-lubang yang ada di sekitar kandang ditutup dan jangan lupa diberi makan setiap hari minimal 2 kali makanannya diperbarui...
Itupun kalau mbak sekarang nggak sibuk, sekedar ngisi waktu di sore hari daripada bengong dirumah kan tentunya membosankan...

ina mengatakan...

hmmm..pengin nyoba

Anonim mengatakan...

KPK (Komunitas Pecinta Kelinci):
Eh, denger-denger nih akan diadakan Pameran dan Kontes Kelinci nih di Yogya. Bahasa kerennya Rabbit Contest. Temanya My Bunny's Valentine...he..he..he..numpang momen aja, bukan berarti ikut-ikutan ngerayain acara gituan...

Acaranya, akan diadakan tanggal 15 Februari 2009, di Gedung University Club (UC) UGM Yogyakarta, pukul 07.00-18.00 WIB. Insya Allah, kalau denger-denger konsepnya prof banget. Jurinya aja drh. Machmud (UGM), DR. Yono Raharjo (Balitnak Ciawi), drh. Slamet (UGM), plus pooling dari pengunjung. Nah lho...gak bakal ada kong kalikong.

Yang dilombain apa aja?
Kelas A: Angora
Kelas B: Loop
Kelas C: Dwarf dan Dutch
Kelas D: Lyon (mix)
Kelas E: Rex
Kelas F: Giant

Detilnya, gitu dulu deh. Ini soalnya cuma baca poster. Info lengkapnya hub aja panitianya di 085862005005 dan 08995063398... moga kita bisa ketemu di sana ya..di stand KPK (Komunitas Pecinta Kelinci)....CU ;)

bacablog mengatakan...

klo masalah harga, ya.. bukannya pajak dari pemerintah emang lebih tinggi kalo di tempat wisata, makannya lebih mahal harganya, btw tega ga tega makan klinci angora,, ya ngliatnya lagi dipotong kali ya yang ga tega, klo uda bentuk sate, ga tega buat ngabisin, haha

bonus:
[FRESH]direktori blog baru: tempat blogwalking, ketemu blogger lain, skalian promosiin blog Anda. www.bacablog.com :)

bacablog mengatakan...

ralat, klo uda bentuk sate, ga tega buat GA ngabisin

Lyla mengatakan...

mbak.. sate kelinci apa enak sih???

My Journey mengatakan...

kelincinya kasian banget padahal bagus gitu mbak hehehe

ziezie veteriner mengatakan...

ga tega makannya sis...kasihan...walaupun setahun yg lalu Paeku pernah coba jual sate kelinci

bagus al haqq mengatakan...

cuckup mahal untuk kalangan pelajar
gak cocok jugabuat dompetku yang angin-anginan
hahaah!

NadiNe mengatakan...

uhh jahaat bgt kelinci angora jadiin sate .. hix ga tega gw

soeis mengatakan...

saya adalah penggemar menu daging kelinci,saya mau berternak kelinci,sekalian buka rumah makan kelinci.. biar kalau pas kepingin gak usah jauh2 nyarinya