RSS

Halim, 11 November 2007

Hari ini aku disibukkan dengan pengurusan surat kelakuan baik di Polres yang nantinya akan digunakan sebagai salah satu syarat administrasi yang harus dilengkapi untuk keberangkatanku ke Surabaya Desember nanti. Tahun kemarin di tanggal yang sama, seharian aku berada di daerah Halim, Jakarta. Berangkat dari Bandung jam 9 pagi dan sampai di sana jam 11 siang. Lingkungan Halim ternyata tidak jauh berbeda dengan Lanud Husein Sastranegara di Bandung, sama-sama banyak bangunan berwarna biru muda dan juga rindang dengan pepohonan. Hanya saja di Halim, walaupun banyak pepohonan, tetap saja terasa gerah, hmmm namanya juga Jakarta.

Ada sedikit yang harus kukerjakan disana pada saat itu, mengirim kamus elektronik dan juga harus mencopy seluruh data yang ada di dalam Laptop ke dalam harddisk eksternal.

Pengcopyan data berjalan sangat lama, karena data yang harus dipindahkan sangat banyak.

Pada waktu itu, di Halim, sedang ada persiapan keberangkatan Kontingen Garuda B (KONGA B) yang merupakan pasukan perdamain PBB dari Indonesia ke Libanon. Sebagian dari mereka akan terbang menuju Libanon keesokan harinya, 12 November 2007. Sambil mengcopy data di bawah tenda pleton, banyak aktifitas dari para laki-laki berseragam hijau dan berbaret biru muda yang menjadi perhatianku, sebuah pemandangan yang tidak biasa dan tidak pernah kulihat secara langsung sebelumnya. Di depanku, ratusan tentara sedang berbaris untuk mendapatkan pengarahan, sedangkan di tenda sebelah, para tentara yang beragama Nasrani sedang berkumpul dan melakukan doa bersama agar tugas mereka di Libanon bisa terlaksanakan dengan baik.

Saat hari telah sore, di depanku duduk seorang Ibu muda yang cantik, dia datang bersama kedua orang tuanya juga dua orang anak yang masih kecil, anak perempuan yang berumur 2 tahun dan bayi laki-laki berumur 2 bulan. Akhirnya, aku dan Mbak yang cantik ini terlibat dalam suatu obrolan, sampai lupa bertanya nama masing-masing. Mbak cantik ini adalah istri seorang Perwira TNI AU yang akan bertugas ke Libanon, Mbak ini cerita minggu sebelumnya dia banyak menangis, karena akan di tinggalkan suaminya bertugas selama 1 tahun. Mana anaknya yang sulung, Hanifa, selalu bertanya tentang keberadaan Ayahnya, saat sang Ayah harus di latih terlebih dahulu selama satu bulan, sebelum pergi ke Libanon. Waktu di Halim, Hanifa selalu mengucapkan “Ayah gendong, Ayah gendong”, padahal si Ayah sedang berada dalam barisan. Sedangkan adiknya yang masih bayi, tertidur pulas, belum ‘ngeh’ kalau ayahnya akan pergi tugas selama satu tahun bersama rekan-rekannya yang lain.

Menjelang magrib, barisan dibubarkan. Para tentara mendekati keluarganya masing-masing, untuk pamit sambil berpelukan dan tidak sedikit dari anggota keluarga yang mengeluarkan air mata. Keluarga merasa sedih karena harus berpisah dengan Ayah, Suami, Kakak, Adik, Paman, Keponakan dalam waktu yang lama. Semua juga sadar dan paham, jika tugas sudah memanggil, sesedih apaun meninggalkan dan ditinggalkan, tugas akan tetap dilaksanakan. Terharu banget…..melihat semua itu.

Sekarang, tugas KONGA B akan segera selesai. Hanifa pun akan segera bertemu dengan Ayahnya kembali. Semoga KONGA B bisa tiba di tanah air dengan selamat, dan bertemu keluarga yang sudah sangat mereka rindukan. Panjang banget ya postinganku hari ini..? mudah2an aja ga bikin bosen en ga bikin perih mata temen2 smua. Apa ada diantara temen2 yang pernah ditinggalkan oleh anggota keluarga untuk tugas militer?

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

11 komentar:

lindung mengatakan...

Wah mau jemput "Akang"nya di Halim juga neh?? Hehehe :) jadi inget waktu jemput calon suamiku dulu di stasiun subuh-subuh.

elly.s mengatakan...

keasian anak2 yang harus ditinggal ayahnya gitu...
lama lg..

dulu waktu suami mo kemlys aq tekad gak ikut..
deket ini bisa pulang seringan...

tapi anak2 yg deket ma ayahnya kelenger...
kasian banget...
mereka selalu murung dicekam rindu..
akhirnya aq ngalah..nyusul kenegeri mahathir ini..
hiks..
mpe skrg udah 8 thn...
tp anak2 seneng deket ayah selalu...

Budiawan Hutasoit mengatakan...

apakah yg ke surabaya ada hubungan dengan counting the day-nya? hehehe..

Yeyet Nurhayati mengatakan...

Jadi kapan nih rencana pernikahannya????

Yeyet Nurhayati mengatakan...

Jadi kapan nih rencana pernikahannya????

Elys Welt mengatakan...

nggak pernah sih

memang berjauhan dengan orang tercinta itu nggak selalu mudah menghadapinya, apalagi kalau rindu sudah menggebu2 dan pengin ketemu tapi bisanya cuma telpon atau kirim imel

Witha mengatakan...

@lindung tri puspasari:
Akang nu mana tea nya?, kangkung atau kangguru ? :D

@elly s:
Iya mbak, anak2 msh blm ngerti kenapa hrs jauhan sama ayahnya.
Aq Ikut senang, mbak sekeluarga bisa berkumpul kembali. Anak2 pasti seneng bgt berada dekat ayahnya ^_^

@budiawan hutasoit:
he...he... qt liat aja nanti ya, bener ga saling berhubungan.

@yeyet nurhayati:
kapan ya? coba tebak kapan?. Klo tebakannya bener, nanti ku beri hadiah ucapan selamat deh...he..he..

@elys welt:
Berpisah dengan orang yg sangat dekat sama kita emang butuh kesabaran mbak, apalagi disaat kangen :)

Fakhrun Musriati mengatakan...

Wah... ntar tgl 26 ini anak-anak juga budhe titipkan ke tetangga karena Insya Allah terpanggil untuk menunaikan ibadah haji..jadi miris nich.. ingat kangennya anak he.. tapi ya sudah smoga semua berjalan baik dan Allah Ta'ala mudahkan urusan kami... makasih ya Mba' Whita... postingan yang mengharukan hiks!!

Witha mengatakan...

Makasih ya budhe, smoga Allah selalu memberikan kemudahan bagi budhe dan suami dalam menjalankan ibadah haji. Dan juga smoga anak2 slalu berada dlm lindungan Allah.

Riema Ziezie mengatakan...

pastinya sedih kalau berpisah dgn keluarga ... tp krn tuntutan tugas ya gmn lg..tp yg penting doa & hati kt sll bersama orang2 terkasih kt

Ruly Abdillah mengatakan...

paling kalo istriku ditinggal survey keluar kota semingguan lah !