10 Feb 2010

Little Missy


Saat opera sabun ini, (sekarang2 sih disebut sebagai telenovela) pertama kali tayang, waktu itu umurku masih 9 tahun, masih kelas 4 SD. Little Missy ditayangkan di TVRI setiap minggu siang, waktu itu belum banyak jenis tontonan, jadi telenovela yang hanya tayang satu minggu sekali ini benar2 ditunggu. Kebayang kan? telenovela yang terdiri dari ratusan episode hanya ditayangkan satu minggu sekali dan hanya diputar dengan durasi yang sebentar. Klo ga salah sih dulu tamatnya pas aku udah kelas 6 SD, he..he harus sabar nonton selama 2 tahun untuk mengetahui akhir dari ceritanya.
Kostum yang dipakai dalam telenovela ini, gaun2 lebar yang penuh renda bagi perempuan yang dilengkapai dengan topi dan juga payung yang dipenuhi renda...ribet ya...?. Ceritanya memang berbeda dengan telenovela2 cengeng yang ceritanya mudah di tebak. Little Missy bercerita tentang masa perbudakan di negeri Brazil. Kisah seorang gadis putra tuan tanah, yang bercita-cita ingin membebaskan para budak. Sampai akhirnya, karena kecintaannya dengan para budak, Missy menikah di perkampungan budak dan melahirkan anaknya dengan di bantu para perempuan budak.
Adegan faforitku, yaitu ketika Missy mengetahui bahwa ksatria bertopeng yang selama ini sering membebaskan para budak, dan mengunjunginya di malam hari sambil melemparkan bunga mawar dengan di iringi sebuah pesan, ternyata adalah Rodolfo....manis sekali....
Sekarang, Little Missy tayang lagi di CTChannel dengan versi baru, klo yang dulu tayang di TVRI produksi tahun 1986, nah yang sekarang ini produksi tahun 2006. Lumayanlah jadi ada tontonan baru, dibandingkan dengan nonton sinetron. Yang pasti dalam menyimak jalan ceritanya, ga harus selama seperti dulu, soalnya di CTChannel Little Missy ditayangkan dari senin sampai jumat. Dan sepertinya adegan faforitku minggu depan akan segera ditayangkan...

Gambar:
http://farm1.static.flickr.com/33/100261267_f3e7f7a154.jpg?v=0
http://gentedinamica.terra.com.br/galerias/remakes/imagens

3 Feb 2010

Taman Bougenville @ Gunung Puntang


Alhamdulillah kesampean juga untuk kembali bepergian dengan temen2 ngajar, 30 Januari yang lalu. Jarang2 bisa main keluar kaya gini, soalnya kita semua tidak hanya mengajar di satu tempat, ada yang mengajar didua tempat bahkan lebih, jadi matching-in waktu buat maen susah banget. Memang sudah waktunya melepaskan kepenatan dari rutinitas sehari-hari (bikin soal UTS, soal UAS, soal Quiz, dan juga koreksian hasil ujian yang super banyak), dan kita memilih taman Bougenville, di Gunung Puntang untuk berakhir pekan.

Sampai di sana sekitar pukul 11 wib,udaranya dingiiiiin bgt, jd cocok banget bwt bumil. Tiket masuknya juga ga mahal hanya Rp 10.000 untuk dewasa dan Rp. 5000 untuk anak2, dengan tiket tersebut kita bisa sepuasnya main dan berenang. Hanya saja jika ingin menggunakan flying fox, dikenakan biaya tambahan lagi.
Pemandangannya bagus banget, ditambah dengan udara sejuknya yang bikin adem. Rumah2 kayu, saung2 bambu dan sungai berbatu dengan aliran air yang tidak begitu deras, bikin kita langsung betah, terutama buat foto2. Pengennya sih berfoto ditengah sungai, tapi dengan perut yang makin menggelembung, jadinya.... cuma bisa nokrong di pinggir sungainya aja.
Sementara temen2 yang lain pd berenang, aku bertugas menjadi fotografer dan penjaga tas. Pengennya sih ikut berenang juga, tapi airnya dingin banget, trus ga bawa perlengkapan renang pula. Dan lucunya lagi, Bu Dewi pada saat meluncur ke kolam renang, tiba2 aja panik. Ternyataaaa....alisnya hilang..ha ha ha, jadi buru2 melukis alis lagi deh pas beres berenang dan ini menginspirasi Bu Rini untuk status fesbuknya "Kutitipkan alis temanku di Gunung Puntang".
Oke deh... buat yang mau liburan ke Bandung, Taman Bougenville ini bisa dijadikan pilihan untuk rekreasi, selain daerah Ciwidey. Perjalanan kesana lumayan lancar, belum kena macet sebagaimana halnya Ciwidey yang makin rame di akhir pekan. Apabila di lanjutkan terus ke puncak Gunung Puntang, di sana banyak bungalow dan villa bagus yang disewakan, dan tentunya makin ke atas, udaranya makin dingiiiiiiiin.

1 Feb 2010

Loh kok....?


Sebelum memulai posting dengan cerita baru, ada 2 hal yang membuatku heran sekaligus geregetan 2 minggu terakhir ini...

Blog-ku di double
Awalnya iseng-iseng aja ku search judul-judul posting yang pernah kubuat di blog ini. Ternyata di list pencarian ada judul yang persis sama, malah bukan persis lagi, pas ku buka ternyata postingan beberapa bulan terakhirku muncul di blog tersebut.
contohnya: untuk cerita postingan terakhirku, http://anugrah-place.blogspot.com/2010/01/minggu-ke-26-bayiku-kegendutan.html, dia posting lagi, sama persis, hanya saja linknya menjadi http://si-made.blogspot.com/2010/01/minggu-ke-26-bayiku-kegendutan_23.html
Untuk tujuan apa ya semua postinganku bisa muncul di blognya "si-Made" ini?. Kemarin sudah kutinggalkan comment "kenapa isi blog-ku ada di sini...?" tapi ga ada respon tuh. Makanya ku posting tulisan ini, biar dia bisa baca, dikiranya aku ga tau kali ya klo isi blog-ku muncul di blog punya dia.
Shoutmix Bermasalah
Dan mohon maaf banget buat temen2 yang baru pertama kali datang ke sini, yang udah mengisi buku tamu, tapi belum kuvisit balik. Soalnya ga tau kenapa shoumix link jadi tidak berfungsi, padahal isian di kotak website sudah diisi. Awalnya kupikir hanya shoumix di blog-ku yang bermasalah, ternyata di blog yang lain juga banyak mengalami hal yang sama. Apa harus di ganti dengan Cbox ya...?

btw....tulisan ini berada di url : http:/anugrah-place.blogspot.com, bukan di blognya si Made, bukan begitu Made...??

17 Jan 2010

Minggu ke-26, Bayiku Kegendutan


Alhamdulillah udah masuk 26 minggu, berat badanku udah naik 12 kg (terlaluuuuuu hehehe, makan mlulu sih soalnya). Tapi anehnya, banyak sekali yang berkomentar klo perutku tidak terlalu menggelembung, walaupun usia kandungan sudah 6,5 bulan. Ternyata, eh ternyata saat USG 1 minggu yang lalu, bu Dokter bilang klo berat bayiku sudah mencapai 1,3 kg, padahal normalnya untuk kandungan yang berusia 6,5 bulan berat bayi seharusnya di kisaran 850 gram-900 gram. Kelebihan 400 gram! jadinya sekarang di suruh diet deh, dan diet pada saat hamil adalah hal yang sangat menyiksa....hiks, tapi ga apa2 deh demi my baby, dari pada ntar dia ngerasa kesempitan di perutku gara2 kegemukan :D
Terakhir kali USG, 4 bulan yang lalu, saat kandunganku masih berusia 3 bulan. Dari hasil print-nya aku lebih ngerti hasil USG 4 bulan yang lalu, posisi dan bantuk bayi mudah untuk dilihat. Hasil USG terbaru pas di print, kok jadi bingung ya...? ini bagian apanya itu bagian apanya.... sama bingungnya dengan suamiku :D. Sejauh ini, Alhamdulillah semuanya baik-baik aja, Dokter bilang semuanya sehat. Smoga semuanya berjalan lancar sampai dengan hari kelahiran, dan Allah memudahkan kami untuk mendidiknya. Amin.

11 Des 2009

Sebatang Sabun dan Kuda Renggong


2 minggu yang lalu saat mengunjungi Ibu mertua di daerah Cibitung, Subang, kebetulan sekali tetangga sebelah sedang mengadakan acara selamatan khitanan untuk putranya. Segala sesuatu telah dipersiapkan oleh si empunya hajat, dari mulai dekorasi rumah sampai dengan dekorasi panggung.
Sepertinya hampir seluruh penghuni kampung di undang, dan yang unik dari desa ini, undangan yang disebar berupa sebatang sabun, dengan tulisan yang tertera pada kertas kecil yang kemudian ditempel di atas bungkus sabun tersebut.
Hmmmm cara hemat yang bermanfaat, kupikir. Tidak memerlukan biaya banyak untuk sebuah undangan, harga sabun mungkin hanya sekitar Rp. 1000 s/d Rp. 1300. Bagi penerima undangan, sabun tersebut bisa digunakan untuk mandi atau minimalnya untuk cuci tangan. Beda jauh dengan tradisi di kota, dimana selembar undangan bisa berharga di atas Rp. 5000, dan jika undangan sampai kepada penerimanya, biasanya si penerima akan membuangnya. Jika saja, pas pernikahanku 1 tahun yg lalu, undangannya menggunakan sebatang sabun, wahhhh pasti bisa menghemat baaaaanyakkk bangettttt he...he...
Saat hari "H", acara hajatan khitanan tersebut diramaikan oleh kehadiran 16 ekor kuda, yang sudah didandani sedemikian rupa. Anak2 kecil yang ingin menaiki kuda, sama2 didandani sedemikian rupa. Anak laki2 diberi kumis-kumisan, sedangkan anak perempuan diberi lipstik dan bedak yang tebal (foto anak2 ini ga tega ku pasang disini, terlalu menor sih soalnya).
Ternyata untuk menaiki kuda tersebut, satu orang anak harus mengeluarkan biaya Rp. 500.000, mahal banget, dengan biaya semahal itu anak2 itu bisa berkeliling melewati 5 desa dengan menaiki kuda. Sepertinya anak2 itu tidak masuk sekolah keesokan harinya, dikarenakan badannya pegal2 gara2 kelamaan naik kuda. Pawai kuda renggong memang sudah jarang terlihat, jadi wajar saja jika yang mempunyai usaha ini akhirnya memasang tarif yang mahal.
Arak2an kuda ronggeng lumayan menyita waktuku dan suami saat akan kembali ke Bandung, kita harus menggunakan jalan alternatif yang lumayan jauh supaya tidak terjebak kemacetan arak2an kuda ronggeng, ditambah lagi malamnya kita kurang tidur, gara2 si empunya hajat terus memutar kaset wayang golek sepanjang malam tanpa henti...

My Pregnancy

My Guest

Follower

Pagerank


This website is worth

What is your website worth?
 

My Favorite Corner Copyright © 2008 Green Scrapbook Diary Designed by SimplyWP | Made free by Scrapbooking Software | Bloggerized by Ipiet Notez